Cari Blog Ini

Kamis, 07 Oktober 2010

Hama


BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Siapa dan petani mana yang tak khawatir jika tanamannya diserang hama? Apalagi jika menjelang panen? Hampir semua petani di belahan dunia merasakan kekhawatiran dan menggunakan banyak cara untuk membunuh hama. Di Indonesia sendiri, penanganan hama tak luput dari perhatian pemerintah. Ini demi menyelamatkan sumber pangan yang sangat berpengaruh bagi kestabilan pangan rakyat.
Dalam sudut pandang konvensial, hama bisa diartikan organisme yang dapat mengakibatkan penurunan hasil produksi pertanian. Jadi, secara umum jika ada organisme apapun itu, yang mengakibatkan penurunan hasil produksi bisa disebut sebagai hama. Namun pada dasarnya, Hama adalah binatang yang bersifat pengganggu terhadap petumbuhan dan perkembangan tanaman. Contoh-contoh hama misalnya: tikus, wereng, burung pemakan biji-bijian, penggerek batang, tungro, blas, lembing batu dan keong mas.
Selain hama, yang menjadi perhatian serius adalah gulma. Tanaman yang tumbuh di sekitar areal tanam/persawahan mengganggu karena menjadi pesaing tanaman padi dalam memanfaatkan unsur hara, air, dan ruang. Selain berebut tiga hal tersebut, gulma sendiri menjadi tempat hidup dan bernaung hama dan penyakit tanaman, serta menyumbat saluran air. Pada lahan yang terus menerus tergenang, gulma yang paling banyak dijumpai adalah gulma air (eceng, semanggi, jajagoan, jujuluk), sedangkan pada lahan yang tidak tergenang, sebagian besar adalah gulma darat (alang-alang, gerintingan, babadotan, dll.).
I.2 Tujuan
Adapun tujuan di buatnya makalah ini adalah untuk bahan bacaan dan salah satu syarat untuk mendapatkan nilai dari mata kuliah Organisme Penggangu Tanaman. Selain itu makalah ini di tulis agas dapat menjadi bahan bacaan dan agar mahasiswa dapat memahami tentang hama, penyakit dan gulma yang menggangu tanaman.
BAB II
PEMBAHASAN

II.1 HAMA
  1. Belalang kayu ( Valanga nigricornis )
Belalang kayu (Valanga nigricornis) merupakan salah satu hama daun yang penting karena mempunyai kisaran inang yang luas meliputi rumput, padi ,jagung, kelapa, palem. Taksonomi dari belalang kayu adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insekta
Ordo : Orthoptera
Famili : Crididae
Genus : Valanga
Spesies : Valanga nigricornis
Belalang dewasa melakukan perkawinan diatas pohon setelah itu terbang ke tanah untuk mencari tempat bertelur dan berkumpul di tempat terbuka untuk mencari sinarmatahari. Apabila ada gangguan, belalang terbang ke tanaman yang telah dibudidayakan di sekitar hutan dan pada malam hari akan kembali ke hutan lagi.
Valanga nigricornis adalah sejenis belalang berwarna kuning kehijauan. Mempunyai kisaran hidup yang hemi metabola (tidak lengkap) yaitu bermula dari telur, beberapa peringkat belum dewasa (nimpha) dan seterusnya peringkat serangga dewasa.
  1. Walang Sangit (Leptcorisa oratorius)
Tanaman inang alternatif hama walang sangit adalah tanaman rumput-rumputan antara lain: Panicum spp; Andropogon sorgum; Digitaria consanguinaria; Eleusine coracoma; Setaria italica; Cyperus polystachys, Paspalum spp; dan Pennisetum typhoideum.
Dewasa walang sangit meletakan telur pada bagian atas daun tanaman. Pada tanaman padi daun bendera lebih disukai. Telur berbentuk oval dan pipih berwarna coklat kehitaman, diletakan satu persatu dalam 1-2 baris sebanyak 12-16 butir. Lama periode bertelur 57 hari dengan total produksi terlur per induk + 200 butir. Lama stadia telur 7 hari, terdapat lima instar pertumbuhan nimpa yang total lamanya + 19 hari. Lama preoviposition + 21 hari, sehingga lama satu siklus hidup hama walang sangit + 46 hari.
Nimpa setelah menetas bergerak ke malai mencari bulir padi yang masih stadia masak susu, bulir yang sudah keras tidak disukai. Nimpa ini aktif bergerak untuk mencari bulir baru yang cocok sebagai makanannya. Nimpa-nimpa dan dewasa pada siang hari yang panas bersembunyi dibawah kanopi tanaman. Serangga dewasa pada pagi hari aktif terbang dari rumpun ke rumpun sedangkan penerbangan yang relatif jauh terjadi pada sore atau malam hari.


  1. Kepik Hijau (Nezara viridula)
Panjang 16 mm, telur di bawah permukaan daun, berkelompok. Setelah 6 haritelur menetas menjadi nimfa (kepik muda), yang berwarna hitam bintik putih. Pagihari berada di atas daun, saat matahari bersinar turun ke polong, memakanpolong dan bertelur. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan.
Gejala serangan hama kepik hijau menyerang Polong dan biji menjadi mengempis, polong gugur, biji menjadi busuk, hingga berwarna hitam. Kulit biji menjadi keriput dan adanya bercak coklat pada kulit biji. Periode kritis tanaman terhadap serangan penghisap polong ini adalah pada stadia pengisian biji. Nimfa dan imago merusak polong dan biji kedelai dengan cara mengisap cairan biji. Serangan yang terjadi pada fase pertumbuhan polong dan perkembangan biji menyebabkan polong dan biji kempis, kemudian mengering.

  1. Kutu Putih ( planococcus )
Planococcus sp. terdiri dari empat instar. Siklus hidup pada umbi kentang di laboratorium berlangsung selama 44 - 46 hari. Lama imago jantan (bersayap) 2 - 4 hari dan betina dapat mencapai 102 hari. Telur diletakkan dalam kelompok di dalam jalinan benang (seperti kapas) di bawah tubuh imago betina.
Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Insecta
Order: Hemiptera
Family: Pseudococcidae
Genus : Planococus
Spesies : Planococus sp







Pada tanaman lada, Planococcus mengisap bunga, buah, ruas, daun muda dan ketiak dan seludang daun. Serangga yang berasal dari tanaman lada mudah berkembangbiak pada umbi kentang. Serangan kutu ini umumnya banyak ditemukan menyerang tanaman setelah musim hujan. Pada musim kemarau, serangga ini jarang ditemukan di atas permukaan tanah, tetapi ditemukan pada bagian tanaman yang dekat dengan permukaan tanah dan sering ditemukan pada lada perdu. Serangga ini ditemukan pada pangkal batang dan akar. Di India juga demikian, koloni Planococcus sp. ditemukan pada akar tanaman lada.

  1. Ulat penggulung daun pisang

Kingdom : Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Insecta
Order
: Lepidoptera
Family
: Hesperiidae
Subfamily
: Hesperiinae
Genus
: Erionota
Species
: Erionota thrax
Daun yang diserang ulat biasanya digulung karena ulat yang masih muda memotong tepi daun secara miring, lalu digulung hingga membentuk tabung kecil sehingga menyerupai tabung dan apabila dibuka akan ditemukan ulat di dalamnya.. Di dalam gulungan tersebut ulat akan memakan daun. Apabila daun dalam gulungan tersebut sudah habis, maka ulat akan pindah ke tempat lain dan membuat gulungan yang lebih besar. Apabila terjadi serangan berat, daun bisa habis dan tinggal pelepah daun yang penuh dengan gulungan daun.
Kupu-kupu mengisap madu bunga pisang dan melakukan kopulasi sambil berterbangan pada waktu sore dan pagi hari serta bertelur pada malam hari. Telur diletakkan berkelompok sebanyak ± 25 butir pada daun pisang yang masih utuh. Ulat yang masih muda warnanya sedikit kehijauan, tubuhnya tidak dilapisi lilin. Sedangkan ulat yang lebih besar berwarna putih kekuningan dan tubuhnya dilapisi lilin. Pupa berada di dalam gulungan daun, berwarna kehijauan dan dilapisi lilin. Panjang pupa lebih kurang 6 cm dan mempunyai belalai (probosis). Siklus hidup hidupnya berkisar antara 5 – 6 minggu.

  1. Kumbang badak
Kingdom : Animalia
Filum
: Arthropoda
Kelas
: Insecta
Ordo
: Coleoptera
Famili
: Scarabaeidae
Genus
: Oryctes
Spesies
: Oryctes rhinoceros L.
O. Rhinoceros merupakan hama endemik pada daerah pertanaman kelapa di Asia seperti pakistan barat, india, kepulauan maldive, ceylon, hainan, taiwan, hongkong, thailand, vietnam, malayan peninsula, indonesia dan kepulauan philipina.
Oryctes rhinoceros L. Merupakan serangga yang mengalami metamorfosis sempurna yang melewati stadia telur, larva, pupa, dan imago, telur serangga ini berarna putih, bentuknya mula-mula oval, kemudian bulat dengan diameter kurang lebih 3 mm. Telur-telur ini diletakkan oleh serangga betina pada tempat yang baik dan aman (misalnya dalam pohon kelapa yang melapuk), setelah 2 minggu telur-telur ini menetas. Rata-rata fekunditas seekor serangga betina berkisar antara 49-61 butir telur, sedangkan di Australia berkisar 51 butir telur, bahkan dapat mencapai 70 butir. Stadium telur berkisar antara 11-13 hari, rata-rata 12 hari.
Gejla serangan hama ini adalah Tampak guntingan-guntingan/potongan-potongan pada daun yang baru terbuka seperti huruf “V”, gejala ini disebabkan kumbang menyerang pucuk dan pangkal daun muda yang belum membuka yang merusak jaringan aktif untuk pertumbuhan. Serangan ini dapat dilakukan oleh serangga jantan maupun betina.
Serangga dewasa berukuran 40-50 mm, berwarna coklat kehitaman, pada bagian kepala terdapat tanduk kecil. Pada ujung perut betina terdapat bulu-bulu halus, sedangkan pada yang jantan tidak berbulu. Kumbang menggerek pupus yang belum terbuka mulai dari pangkal pelepah, terutama pada tanaman muda di areal peremajaan

II. 2 PENYAKIT

  1. Embun Jelaga (Capnodium sp., Meliola spp.)
Tanaman inang : melati, jeruk, mangga, belimbing, mengkudu, jambu biji. Embun jelaga menutupi permukaan atas daun. Apabila patogen tersebut membentuk lapisan merata adalah Capnodium sp., sedang yang membentuk kelompok-kelompok hitam berbulu adalah Meliola sp.
Miselium cendawan ini hanya terdapat di permukaan daun dan tidak masuk ke dalam jaringan. Untuk pertumbuhannya cendawan hanya memakan embun madu yang melekat pada daun.
Selaput hitam tipis pada permukaan daun tersebut terbentuk dari hifa yang menjalin dan menenun. Apabila udara kering selaput dapat lepas dari daun dan pecah menjadi bagian-bagian kecil yang terhembus angin dan beterbangan kemana-mana. Cendawan ini berkembang biak pada musim kemarau, sedang pada musim hujan berkurang, karena embun madunya tidak banyak. Tanaman di bawah naungan intensitas serangannya cenderung lebih besar.

  1. Busuk Lunak ( Erwina Cartovora )
Kingdom : Bacteria
Phylum : Proteobacteria
Class : Gammaproteobacteria
Order : Enterobacteriales
Family : Enterobacteriaceae
Genus : Erwinia
Species : E. carotovora
Busuk lunak adalah penyakit yang merugikan pada tanaman-tanaman sayuran, termasuk kubis-kubisan, baik di lapangan maupun dalam penyimpanan dan pengangkutan sebagai penyakit pasca panen. Penyakit tersebar umum di seluruh dunia. Meskipun di Indonesia belum pernah di teliti secara khusus, namun penyakit sering ditemukan di pertanaman maupun di pasar- pasar.
Kemajuan teknologi yang dicapai ilmuan pada akhir dekade ini untuk menekan penyebaran patogen Erwinia carotovora melalui molekul signal pada pathogen dikuatirkan akan manciptakan galur yang resisten. Teknik perbanyakan secara tradisional tidak dapat digunakan sebagai senjat ayang ampuh karena kurangnya sifat resisten. Penelitian lebih lanjut masih di kebangkan untuk menangani masalah ini.
Gejala yang umum pada tanaman wortel adalah busuk lunak, berwarna coklat atau kehitaman, pada daun, batang, dan umbi. Pada bagian yang terinfeksi mula-mula terjadi bercak kebasahan. Bercak membesar dan mengendap (melekuk), bentuknya tidak teratur, berwarna coklat tua kehitaman. Jika kelembaban tinggi jaringan yang sakit tampak kebasahan, berwarna krem atau kecoklatan, dan tampak agak berbutui-butir halus. Disekitar bagian yang sakit terjadi pembentukan pigmen coklat tua atau hitam.

  1. Layu pusarium
Kingdom : Mycetae, (fungi),
Divisio : Eumycota ,
Subdivision : Deuteromycotina (The imperfect fungi) ,
Kelas : Hyphomycetes,
Ordo : Hyphales (Moniliales),
Genus : Fusarium,
Spesies : Fusarium spp
Layu Fusarium disebabkan oleh jamur Fusarium Oxysporium. Layu Fusarium terjadi karena media tanaman terlalu masam dan basah/lembab berlebihan. Gejala serangan ditandai dengan memucatnya tulang daun sampai berubah menjadi coklat keabu-abuan, kemudian diikuti dengan menunduknya tangkai yang membusuk. Apabila perbatasan antara akar dan batang dipotong, maka akan terlihat cincin cokelat kehitaman diikuti busuk basah pada berkas pembuluh.
  1. Puru akar
Kingdom : Animalia
Phylum
: Nematoda
Class
: Secernentea
Subclass
: Diplogasteria
Order
: Tylenchida
Superfamily
: Tylenchoidea
Family
: Heteroderidae
Subfamily
: Meloidogyninae
Genus
: Meloidogyne
Species
: Meloidogyne sp.
Siklus hidupnya melalui tahapan stadium telur, larva, dan dewasa berlangsung selama 38 - 48 hari. Daur hidup antara 5-7 minggu tergantung kondisi lingkungan. Produksi telur 200-500 butir. Kemampuan hidup di dalam tanah pada kondisi lingkungan kurang menguntungkan (tidak ada inang, suhu sangat rendah atau sangat tinggi dan kekeringan) dapat membentuk sista yang dapat bertahan hidup sampai 10 tahun. Sista berisi telur yang belum menetas dengan kisaran jumlah telur dalam sista 326 – 493 dari 10 sista yang dipecahkan.
Nematoda aktif kembali setelah kondisi lingkungan sesuai, terutama adanya eksudat akar tanaman inang. Larva stadium dua aktif pada suhu 10C. Kisaran suhu optimum untuk pertumbuhan dan perkembang biakannya antara 15 - 21C. Sejak introduksi sampai ”establish” pada tingkat yang dapat dideteksi di areal yang sudah terinfeksi keberadaannya secara permanen diperlukan waktu 7-8 tahun. Pada awal infeksi gejala serangan pada tanaman belum terlihat, setelah mencapai populasi “tertentu” akan tampak. Berdasarkan hasil penelitian di Jepang, jumlah populasi awal G. rostochiensis yang dapat menimbulkan kerugian adalah 31 sista hidup per 100 gram tanah.

  1. Busuk buah hitam tomat (Blossom End Rot)
Busuk Ujung Buah atau Blossom End Rot juga termasuk penyakit penting pada tanaman tomat terutama di musim hujan. Penyakit ini ditandai dengan adanya luka berwarna kecoklatan sampai coklat tua pada bagian ujung buah yang nampak cekung. Luka tersebut membesar dan menjadi lebih cekung dan kulit mengelupas, kemudian diikuti oleh busuk kering. Jamur berwarna hitam tumbuh pada permukaan yang luka. Busuk ujung buah bukanlah disebabkan oleh penyakit namun lebih disebabkan oleh kekurangan unsur kalsium. Kondisi musim hujan yang ada berdampak pada berkurangnya serapan unsur kalsium pada tanaman tomat antara lain sehingga menimbulkan fluktuasi kelembaban tanah maupun kemasaman tanah, penggunaan nitrogen dalam bentuk ammonium, pemupukan nitrogen yang berlebihan, kelembaban relatif yang tinggi dan kerusakan akar. Yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan. Agar tidak terjadi hal seperti ini maka dianjurkan : menggunakan varietas yang lebih tahan terhadap penyakit ini. Jika perlu, berikan kapur atau pemupukan kalsium sebelum tanam. Irigasi selama cuaca kering dan gunakan mulsa agar kelembaban tanah tempat tumbuh tanaman konstan. Perawatan tanaman harus hati-hati untuk mengurangi resiko kerusakan akar. Hindari penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan, khususnya dalam bentuk ammonium. Hindari pula lahan yang sulit diairi atau yang mempunyai tingkat kemasaman tinggi. Penyemprotan pupuk mikro FItomic setiap minggu mulai awal pembentukan buah sangat mengurangi timbulnya penyakit ini.
II. 3. GULMA

  1. Alang-alang (Imperata cylindrica)
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Imperata
Spesies:
Imperata cylindrica


Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian, Nama ilmiahnya adalah Imperata cylindrica, dan ditempatkan dalam anak suku Panicoideae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai bladygrass, cogongrass, speargrass, silver-spike atau secara umum disebut satintail, mengacu pada malai bunganya yang berambut putih halus.
Rumput menahun dengan tunas panjang dan bersisik, merayap di bawah tanah. Ujung (pucuk) tunas yang muncul di tanah runcing tajam, serupa ranjau duri. Batang pendek, menjulang naik ke atas tanah dan berbunga, sebagian kerapkali (merah) keunguan, kerapkali dengan karangan rambut di bawah buku. Tinggi 0,2 – 1,5 m, di tempat-tempat lain mungkin lebih.
Helaian daun berbentuk garis (pita panjang) lanset berujung runcing, dengan pangkal yang menyempit dan berbentuk talang, panjang 12-80 cm, bertepi sangat kasar dan bergerigi tajam, berambut panjang di pangkalnya, dengan tulang daun yang lebar dan pucat di tengahnya. Karangan bunga dalam malai, 6-28 cm panjangnya, dengan anak bulir berambut panjang (putih) lk. 1 cm, sebagai alat melayang bulir buah bila masak.
Alang-alang menyebar alami mulai dari India hingga ke Asia timur, Asia Tenggara, Mikronesia dan Australia. Kini alang-alang juga ditemukan di Asia utara, Eropa, Afrika, Amerika dan di beberapa kepulauan. Namun karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merugikan
  1. Teki (Cyperus rotundus)
Kerajaan: Plantae
Ordo: Poales
Famili: Cyperaceae
Genus: Cyperus
Spesies: Cyperus rotundus L.
Teki ladang atau Cyperus rotundus adalah gulma pertanian yang biasa dijumpai di lahan terbuka. Apabila orang menyebut "teki", biasanya yang dimaksud adalah jenis ini, walaupun ada banyak jenis Cyperus lainnya yang berpenampilan mirip.
Teki sangat adaptif dan karena itu menjadi gulma yang sangat sulit dikendalikan. Ia membentuk umbi (sebenarnya adalah tuber, modifikasi dari batang) dan geragih (stolon) yang mampu mencapai kedalaman satu meter, sehingga mampu menghindar dari kedalaman olah tanah (30 cm). Teki menyebar di seluruh penjuru dunia, tumbuh baik bila tersedia air cukup, toleran terhadap genangan, mampu bertahan pada kondisi kekeringan.

  1. Eceng Gondok
Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo : Alismatales
Famili : Butomaceae
Genus : Eichornia
Spesies : Eichornia crassipes
Tumbuhan air - mengapung, tumbuh berumpun, tinggi 4 - 8 cm .Akar serabut. Batang tidak ada. Daun tunggal, bertangkai, tersusun berjejal di atas akar (roset akar), warna hijau, panjang 7 - 25 cm, bentuk bulat telur (ovata), ujung meruncing (acuminatus), pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata (tidak bergerigi), permukaan mengkilat (nitidus), tangkai menggelembung. Bunga majemuk, bentuk bulir (spica), panjang mahkota 2 - 3 cm, daun mahkota tidak berlekatan (polypetalus). Buah kotak sejati (capsula), beruang tiga, warna hijau, bentuk biji bulat - berwarna hitam. Perbanyaan Generatif (biji).

  1. Kiambang
Kingdom : Plantae
Subkingdom
: Tracheobionta
Superdivisio
: Spermatophyta
Divisio
: Magnoliophyta
Kelas
: Liliopsida
Sub-kelas
: Arecidae
Ordo
: Arales
Familia
: Araceae
Genus
: Pistia
Spesies
: Pistia stratiotes L.
Kiambang merupakan tanaman herba, mengapung di air, dengan tinggi 5-10 cm. Tanaman ini tidak berbatang. Daunnya tunggal, roset akar, berbentuk solet, dengan ujung membulat. Memiliki pangkal runcing, tepi berlekuk, dan panjangnya 2-10 cm. Daunnya memiliki lebar 2-6 cm, dengan pertulangan sejajar, dan berwarna hijau kebiruan. Berbunga tongkoi, di ketiak daun, berumah satu, panjang ± 1 cm, berambut, dilindungi oleh seludang, putih. Sedangkan buahnya buni, bulat,dan merah. Memiliki akar serabut yang berwarna putih.
Tanaman ini memiliki khasiat sebagai obat demam. Cara menggunakannya, ± 15 daun Pistia stratiotes, dicuci, dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak pagi dan sore. Daun Pistia stratiotes juga berkhasiat sebagal obat batuk rejan dan untuk pelancar air seni. Kandungan kimia yang dikandung Pistia stratiotes antara lain adalah flavonoida dan polifenol.
  1. Teratai
Teratai (Nymphaea) adalah nama genus untuk tanaman air dari suku Nymphaeaceae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai water-lily atau waterlily. Di Indonesia, teratai juga digunakan untuk menyebut tanaman dari genus Nelumbo (lotus). Pada zaman dulu, orang memang sering mencampuradukkan antara tanaman genus Nelumbo seperti seroja dengan genus Nymphaea (teratai). Pada Nelumbo, bunga terdapat di atas permukaan air (tidak mengapung), kelopak bersemu merah (teratai berwarna putih hingga kuning), daun berbentuk lingkaran penuh dan rimpangnya biasa dikonsumsi.
Tanaman tumbuh di permukaan air yang tenang. Bunga dan daun terdapat di permukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rizoma yang berada di dalam lumpur pada dasar kolam, sungai atau rawa. Tangkai terdapat di tengah-tengah daun. Daun berbentuk bundar atau bentuk oval yang lebar yang terpotong pada jari-jari menuju ke tangkai. Permukaan daun tidak mengandung lapisan lilin sehingga air yang jatuh ke permukaan daun tidak membentuk butiran air.
Bunga terdapat pada tangkai yang merupakan perpanjangan dari rimpang. Diameter bunga antara 5-10 cm.

  1. Kirinyuh
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Super Divisi
: Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Sub Kelas
: Asteridae
Ordo
: Asterales
Famili
: Asteraceae
Genus
: Eupatorium
Spesies
: Eupatorium inulifolium Kunth
Batang berwarna kuning keabu-abuan, sedikit berbulu dan silindris. Posisi daun pada batang berhadapan, daun berwarna merah kecoklatan waktu muda dan hijau pada waktu dewasa. Bentuk daun bulat telur dengan ujung meruncing, bergerigi kasar atau hampir rata, permukaan daun berbulu halus, pada waktu masih muda berbau jika diremas. Rangkaian bunga adalah bunga majemuk yang tersusun dalam malai rata, terdiri dari 3 – 5 bongkol bunga yang masing-masing terdapat 30 - 36 unit bunga. Bunga berukuran kecil, berkelopak pembungkus 5 baris, mahkota bunga berwarna putih keunguan, sedikit berbau, berbentuk seperti genta, berlobi lima, masingmasing lobi berbentuk segitiga. Putik bunga terbelah dua dan memanjang. Buah dalam bongkol, bersudut, coklat atau hitam, dengan rambut-rambut pendek pada sudut-sudutnya, panjang rambut-rambut 5 mm, bulu papus berwarna putih dengan panjang 5 mm.
C. odorata dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian 50 - 1800 m dpl baik di tempat terbuka maupun terlindung. Khusus di pulau Jawa, C. odorata hidup pada daerah dengan ketinggian 15 - 1100 m dpl dengan curah hujan 1500 mm/tahun (Tjitrosoedirdjo 1989). Gulma ini dapat ditemui di sisi jalan, tanah persawahan yang telah kering, lahan yang tidak diolah, di bawah tegakan hutan yang terbuka tajuknya serta di tepi-tepi jalan hutan. Selain itu gulma ini dapat tumbuh pada lahan yang miskin hara bahkan masih dapat hidup pada daerah berbatu.

BAB III
KESIMPULAN

III. 1. Kesimpulan
Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Walaupun dapat digunakan untuk semua organisme, dalam praktek istilah ini paling sering dipakai hanya kepada hewan dan serangga seperti. Kumbang tanduk, belalang kayu, kutu putih, walang sangit dan kepik hijau.
Penyakit tanaman adalah segala gangguan fisiologis yang terjadipada tanaman tersebut, sehingga tanaman tersebut tidak bias melakukan proses fisiologisnya dengan sempurna. Penyakit tanaman dapat di sebabkan oleh cendawan, nematoda, bakteri, virus, dan kekurangan unsure hara. Beberapa jenis penyakit tanaman yaitu layu pusarium pada tanaman tomat, busuk lunak pada tanaman wortel, dan puru akar yang disebabkan oleh nematoda.
Gulma adalah tanaman yang tumbuh pada tempat yang tidak dikehendaki dan umumnya merugikan manusia ( belum diketahui manfaatnya ). Pada umumnya tumbuhan yang lebih lazim disebut sebagai gulma cenderung mempunyai sifat – sifat atau ciri khas tertentu yang memungkinkannya untuk mudah menyebar luas dan mampu menimbulkam kerugian dan gangguan baik di perkebunan maupun persawahan. Beberapa contoh jenis gulma Kirinyuh, eceng gondok, kiambang, teki dan lain-lain.